Kamis, 31 Januari 2008

Bekal Utama Berumah Tangga

Terlebih lagi dalam bekal-bekal ilmu agama yang membawa keluarganya begitu mempesona dan penuh berkah, sehingga senantiasa diterangi oleh cahaya Ilahi. Pendek kata, keluarga Nabi SAW adalah keluarga islami yang benar-benar sakinah, mawaddah, warahmah. Niatkanlaha menikah semata-mata sebagai jalan untuk menyempurnakan ibadah kita kepada Allah. Oleh karena itu, sebelum menikah diperlukan persiapan-persiapan yang maksimal jangan sampai setelah menikah timbul penyesalan-penyesalan.

Adapun kunci sebetulnya terletak pada Persiapan. Sudah menjadi sunnatullah, bahwa persiapan yang baik akan selalu lebih dekat kepada hasil yang baik pula. Yang selayaknya menjadi pikiran kita adalah, kita harus siap kalau Allah menakdirkan kita untuk menikah. Seperti seorang jago karate, yang dipikirkannya bukan soal berkelahnya, melainkan persiapannya. Berkelahinya itu sendiri belum tentu terjadi, tetapi berlatih untuk dapat membela diri, tentu harus dilakukan semaksimal mungkin.

Begitupun dalam persiapan menikah. Pertanyaannya, persiapan macam apa saja yang harus kita lakukan? Tentu saja bermacam-macam. Ibarat kita mau mendirikan sebuah bangunan, tentu harus dipersiapkan rancangannya, biayanya, mental pembangunnya, dll. Membangun mahligai rumah tangga juga demikian. Mengapa? Sebab istri kita pasti berbeda jenisnya dengan kita, itu pasti. Orangtuanya berbeda. Latar belakangnya berbeda, hobinya berbeda, dan mungkin masih banyak lagi perbedaan-perbedaan lain.

Tidak ada komentar: