Setiap orang tentu mendambakan bisa hidup di sebuah Negara yang aman, tentram, dan penuh berkah. Sebagaimana setiap orang juga pasti merindukan hidup bahagia dalam sebuah jalinan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Hanya saja perlu digaris bawahi bahwa sebuah Negara yang penuh berkah tampaknya tidak akan terwujud apabila tidak ditopang oleh pilar-pilar rumah tangga yang berkah pula. Di dalam keluarga seperti ini akan ditemukan kehangatan dan kasih sayang yang wajar, tiada rasa tertekan, tiada ancaman, dan jauh dari silang sengketa serta perselisihan. Dalam keluarga semacam inilah akan tumbuh ketenangan batin bagi seluruh anggota keluarganya, sehingga tercipta ketenangan yang diliputi mawaddah, warahmah. Atau cinta dan kasih sayang. Sayangnya, kadang-kadang kita tidak sangat serius menentukan visi keluarga. Bercengkerama dengan keluarga saja sisa tenaga, sisa pikiran, semua serba sisa. Lantas apa yang dapat diperoleh dari sesuatu yang serba bisa?
Tidak sedikit suami yang menganggap pendidikan anak hanyalah tanggung jawab istri, sedangkan kewajibannya sebagai suami mencari nafkah. Seharusnya, seorang suami lebih serius lagi untuk menjadi suri teladan bagi keluarganya. Jangan sampai menimbulkan kekecewaan pada anak terhadap figur ayahnya. Tidak perlu merasa bangga jika telah menjadi suami yang bisa membuatkan sebuah rumah mewah bagi keluarga, membelikan mobil, atau menanggung semua biaya hidup mereka.
Bila sang ibu bisa bersikap lembut, maka seorang ayah juga jangan kalah lembutnya walau harus tetap tegas. Saat memanggil istri, jangan sampai seorang suami menggunakan panggilan sembarangan. Karena walau bagaimanapun, seorang anak pasti mempunyai kebanggaan terhadap ibunya.
Sebaiknya, Ayah dan Ibu di rumah berlomba-lomba memberi contoh bagaimana dapat saling memuliakan suami dan demikian juga sebaliknya. Kegigihan orang tua dengan serius membuat program suri teladan bagi anak-anaknya adalah sebuah pendidikan yang tidak ternilai. Hal ini insya Allah akan membantu sebuah keluarga menjadi lebih baik dari sebelumnya.secara sistematis,seorang ayah harus terus menambah ilmu dan mencari dana lebih banyak untuk memperbaiki akhlak keluarganya.
Sudah waktunya kita menyadari bahwa runtuhnya suatu bangsa diawali dari hancurnya tatanan rumah tangga di masyarakatnya.untuk mencapai keluarga atau rumah tangga yang di berkahi Alloh,tentu di perlukan persiapan ilmu dan pengetahuan yang cukup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar